Sabtu, 14 Februari 2015

Keindahan Tari Piring Minangkabau, Sumatera Barat



Sumatera  Barat merupakan wilayah yang terletak di pesisir Sumatera bagian barat. Selain kuliner yang terkenal yaitu masakan padang seperti rendang. Sumatera barat juga memiliki budaya yang mengagumkan. 

keindahan-tari-piring-minangkabau

Nah.. Jika anda kebetulan sedang berkunjung ke Sumatera Barat tepatnya di Minangkabau, maka cobalah untuk menyaksikan pertunjukan Tari Piring. Tari Piring sendiri sebenarnya adalah tari tradisional yang berasal dari Solok Minangkabau. Dinamakan Tari Piring, karena penarinya menggunakan piring sebagai media utama. Piring tersebut diletakkan di tangan, dan kemudian diayunkan sedemikian rupa dengan cepat dan teratur agar tetap ada di tangan.

Penari Tari Piring
Tari Piring pada umumnya memiliki jumlah penari yang ganjil. Dimulai dari tiga orang hingga tujuh orang. Tarian ini boleh dikatakan sangat unik karena menggunakan gerakan-gerakan yang diambil dari gerakan silat Minangkabau. Pada saat menari, biasanya seorang yang membawakan tarian ini akan membuat piring berdenting dengan menggunakan cincin yang mereka kenakan. Selanjutnya, yang menakjubkan adalah setelah tarian piring selesai biasanya piring-piring tersebut akan dilemparkan ke lantai dan kemudian penari akan melanjutkan tarian di atas pecahan beling.

Alat Musik Tari Piring
Alat musik yang mengiringi tarian ini adalah saluang dan alat musik talempong. Penari akan mengikuti iringan musik yang mengatur semua gerakan penari. Kombinasi antara musik dan gerakan penari harus sesuai. Dan pakaian yang digunakan oleh para pencari pada umumnya berwarna merah cerah dan kuning keemasan.

Sejarah Tari Piring
Pada zaman dahulu tarian ini dimaksudkan untuk mewujudkan rasa syukur kepada dewa-dewa atas hasil panen masyarakat yang sukses dan berlimpah. Dan salah satu sarana yang digunakan sebagai rasa syukur kepada dewa-dewa tersebut adalah sesaji.
Sesaji akan diletakkan di dalam piring dan kemudian dibawa dengan membuat langkah serta gerakan yang dinamis. Kemudian pada perkembangannya, tarian ini kemudian tidak lagi digunakan sebagai sebuah tarian ritual, melainkan banyak digunakan sebagai tarian untuk menghibur masyarakat. Selain itu, tarian ini juga sering ditampilkan pada acara-acara tertentu seperti acara pernikahan, khitanan dan acara nasional.
Budaya Tari Piring sudah banyak berubah sejak masuknya agama islam di Sumatera Barat. Jika dulu tarian ini digunakan sebagai tarian rasa syukur kepada dewa. Maka, sejak datangnya islam tarian ini tidak lagi digunakan sebagai tarian ritual melainkan sebagai hiburan.
Di Sumatera Barat, tarian ini masih sering ditampilkan pada acara-acara tertentu seperti pada acara penyambutan tamu negara dan pada acara yang diselenggarakan oleh masyarakat. Walaupun Tari Piring sudah sedikit langka, akan tetapi Tari Piring tetap memiliki tempat dan tetap di lestarikan oleh beberapa grup yang ada di Sumatera Barat.
Sebenarnya tidak hanya di Indonesia saja, di negara tetangga malaysia juga terdapat Tari Piring yang sering ditampilkan pada acara-acara kenegaraan. Biasanya tarian akan di laksanakan sekitar 10 hingga 20 menit. Seperti juga di indonesia, di malaysia, Tari Piring dimanfaatkan untuk menghibur bangsawan atau masyarakat yang melangsungkan acara tertentu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar