Minggu, 08 Februari 2015

Mengenal Candi Borobudur



Candi Borobudur adalah candi Budha yang terkenal terletak di Jawa Tengah dan berasal dari abad ke-8 atau ke-9. Selama berabad abad candi ini terkubur di bawah tanah akibat letusan gunung berapi. Borobudur merupakan simbol kekuasaan Raja Bodhisattva yang dijelaskan melalui kisah Gandavyuha Sutra.

mengenal-candi-borobudur

Sejarah & Objek Wisata Candi Borobudur
Candi ini dibangun dalam tiga tingkatan yang berbentuk seperti piramida. Pada bagian dasar candi ini memiliki lima teras. Pada bagian dindingnya terdapat hiasan relief dan luas candi ini secara keseluruhan mencapai 2.500 meter persegi. Terdapat sekitar 72 stupa yang masing masing berisi patung Budha di tempat ini.
Candi Borobudur merupakan salah satu candi Budha terbesar di dunia dan menurut sejarah dibangun pada masa pemerintahan Dinasti Syailendra. Candi ini tepatnya berada di Desa Kedu Muntilan, Magelang, Jawa Tengah. Jarak dari Yogyakarta ke Borobudur adalah 42 km.
Pada awalnya candi ini digunakan sebagai tempat persembahyangan umat Budha hingga abad ke-10 dan ke-15. Sejak itu candi ini tidak digunakan lagi dan kemudian ditemukan kembali pada abad ke-19 dan kemudian dilakukan restorasi pada abad ke-20.
Raja yang membangun candi ini bernama Raja Bodhisattva. Candi Borobudur diyakini sebagai salah satu nama yang berasal dari kata Sansekerta yaitu Vihara Buddha Ehr. Vihara Buddha Ehr berarti biara Budha yang berada di atas bukit.
Candi ini menawarkan keindahan arsitektur kuno yang sangat dinamis. Stupa, serta komplek candi dan patung-patung Budha yang ada di tempat ini tertata sangat rapi dan mempesona. Selain itu relief-relief yang terbaik pada dinding batu candi ini merupakan warisan budaya yang sulit di temukan tandingannya. Borobudur banyak dipengaruhi oleh gaya arsitektur India. Ada sekitar 2 juta balok batu yang digunakan untuk membangun Candi Borobudur.
Adegan-adegan yang terdapat pada relief Candi Borobudur memiliki nilai seni yang luar biasa. Relief-relief tersebut menggambarkan kehidupan Buddha Sakyamuni dan merupakan prinsip-prinsip serta ajaran-ajaran Buddha. Borobudur sendiri merupakan cerminan pembagian kosmologi di alam semesta yaitu kamadhatu yang berarti keinginan, rupadhatu yang berarti dunia bentuk, dan arupadhatu yang berarti dunia tak gaib. Jika anda berkunjung ke tempat ini, maka anda harus berjalan mengelilingi candi searah dengan gerakan jarum jam. Hal ini dimaksudkan bahwa setiap yang baik harus dimulai dengan yang kanan.
Pada rangkaian relief bagian kedua menggambarkan perjuangan Raja Bodhisattva mencari kebijaksanaan tertinggi. Cerita pengembaraan Raja Bodhisattva berlanjut ke relief dinding pada bagian ketiga dan keempat. Relief relief tersebut diambil berdasarkan teks Gandavyuha.
Saat ini Candi Borobudur masih digunakan oleh umat buddha untuk melakukan beberapa ritual pada saat saat tertentu. Termasuk juga pada perayaan waisak. Hampir setiap hari candi ini dikunjungi oleh banyak wisatawan dari dalam negeri maupun luar negeri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar